Ustad Jefri Al Bukhori: Islam Diadu Domba

Jakarta, Tindak kekerasan yang terjadi antara FPI (Front Pembela Islam) dengan Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di silang Monas, Minggu (1/6) lalu menyisakan keprihatinan bagi Ustad Jefri Al Bukhori. Menurutnya, peristiwa itu telah mengelinding menjadi bola liar hingga berbuntut konflik baru antar umat Islam.

Bersama dengan sejumlah Ormas Islam, ustad yang populer dipanggil Uje itu, menggelar forum Ukhuwah dan Marhammah, untuk menguatkan silaturahmi ummat Islam yang tengah terberai. Malalui forum ini, menurut Uje diharapkan dapat meluruskan informasi, hingga mengurangi ketegangan dan tidak ada saling serang-menyerang antar umat Islam.
"Pasca peristiwa Monas kemarin, sudah dapat dibilang Islam telah diadu domba," ungkap Uje di sela kegitannya di Masjid Pondok Indak, Kamis, (5/6).
Orang-orang yang tidak menyukai Islam, dipandang Uje turut memperkeruh suasana. Uje menyebut ada campur tangan pihak luar Islam ikut memancing di air keruh. Kalau tidak segera disikapi dipastikan akan semakin memburuk.
"Ini ada keterlibatan, orang-orang non Islam. Tolong jangan campuri rumah tangga kita, kita bisa mengatur rumah tangga kita sendiri," harap Uje.

Hasil forum yang berlangsung di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan itu, rencananya akan dikirimkan kepada pemerintah, sebagai masukan dalam mengambil keputusan. Terutama dalam menyikapi konflik yang berkembang saat ini. Sepuluh point menjadi rumusan hasil forum tersebut. Satu di antaranya tuntutan untuk membubarkan gerakan Ahmadiyah, yang dinilai telah keluar dari ajaran Islam.

www.ujecentre.com

5 Responses to “Ustad Jefri Al Bukhori: Islam Diadu Domba”

  1. holilah Says:

    assalamua’laikum…..
    Saya setuju bangeeeeeeeeet ma uje klo sekarang islam sedang dikambing hitamkan & diadu domba huuuuuuuuuuuuuuh kesel banget denger komentar2 orang yg menjelek-jelekkan islam.

  2. Ratna Says:

    assalamUAlAikUM….
    SAya seTUju dengan pendapat k’uje tentang insiden yang sempat terjadi dimonas bahwa semua itu semakin diperkeruh dengan adanya campur tangan pihak lain..
    ngomong2 k’uje kalo bisa kapan2 datang dikendari untuk memberi pengkajian kepada masyarakat sini,yah stidaknya jangan hanya datang dikota kota besar saja yah…
    bahkan kalo bisa datang di sekolah saya di sma 4 kendari….
    kedatangan k’uje pasti akan sangat kami smua harapkan…
    makasih

  3. mimi Says:

    yup…betul.makanya kita harus memulai menumbuhkannya lagi.
    btw,kapan waktu tu ada berita di tv,disitu ada uje dan salah 1 ustadz muda (lupa namanya,pokoknya yang ngisi kajian herbal di tvri) sedang melakukan “adegan maut” (yang nglakuin ustadz muda tsb, bukan uje) dimana ustadz tsb sedang naik sepeda motor gedhe,boncengin orang dengan mata ditutup sehingga ga bisa lihat apa2. tapi ustadz tersebut tidak apa2,dalam artian tidak nabrak ato jatuh.ada beberapa polisi yang ngawal juga. anehnya kok uje fine - fine aja, ga mencegah ato gimana yang ada malah memberi semangat. disitu kan jelas2 pake jin,secara logika ga mungkin lah itu terjadi apalagi malam hari.klo ada jegongan dikit aja,motor bisa oleng,terperosok ato jatuh. itu kan ga ada bedanya ma adegan2 debus dan semacamnya yang sarat dengan jin. mohon istighfar ustadz, islam hanya akan bisa tegak dengan cara yang benar dan bersih. bukankah ustadz tahu itu termasuk syirik besar. bukankah hal mendasar yang diajarkan nabi adalah tauhid,mengesakan Allah dengan sebenar2nya. afwan kalo saya terlalu blak2an. sebagai sesama muslim, saya merasa berkewajiban mengingatkan sodara yang khilaf. semoga maksud baik saya tidak disalah artikan. mengingat anda adalah seorang publicfigur,jangan sampai tingkah laku mencederai dakwah islam itu sendiri. membiarkan orang berbuat kesyirikan sementara kita tahu hukumnya itu kan sama aja kita melakukan kesyirikan itu.
    sekali lagi afwan jiddan,ini juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri agar bisa istiqomah dijalan dakwah.

  4. yudhis Says:

    asalamualaikum…

    mau tanya,,dimana beli al-quran yang 1 lembar di bingkai warna hijauyang pernah dibuat background ustad jefry

  5. lilik Says:

    Asslamu’alaikum….
    saya sekarang tinggal bersama orang2 non islam (kerja), otomatis lingkungannya juga berbeda dengan lingkungan islam. Masalahnya disini itu saya kurang leluasa menjalankan ibadah2 / hukum2 islam itu sendiri. Bagaimana saya bisa memberi pengertian ke mereka bahwa saya bisa menjalankan ibadah islam tapi juga kerja untuk mereka.misalnya puasa, mereka khawatir sekali kalau aku nantinya tidak menyelesaikan kerjaan saya karena saya puasa, padahal sebelumnya saya sudah terbiasa dengan hal itu. Terima kasih.

Leave a Reply